RSS

Laporan Keuangan Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan

16 Oct

Laporan keuangan merupakan hasil pencatatan, merupakan pengelompokkan, pengikhtisaran, catatan data, penerapan prinsip-prinsip, dan kebiasaan akuntansi serta penggunaan data pengalaman pribadi penyusunannya yang digunakan perusahaan sebagai alat komunikasi untuk menunjukkan hal-hal yang telah dilakukan manajemen dalam mengelola sumber daya yang dipercayakan kepadanya dan dalam mencapai target yang telah diterapkan kepada para pihak yang memiliki kepentingan terhadap kelangsungan usaha perusahaan tersebut seperti investor, kreditur, pelanggan, dan lain-lain.
Laporan keuangan dewasa ini, dituntut untuk tidak hanya dapat mencerminkan kinerja keuangan suatu perusahaannnya saja tetapi juga dituntut agar dapat menggambarkan dampak yang lebih jauh lagi dari kebijakan yang telah diambil oleh manajemen perusahaan dan prospeknya dimasa yang akan datang. Oleh karena itu, laporan keuangan diwajibkan untuk dapat memenuhi semua karakteristik kualitatif pokok yang telah ditetapkan didalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) sehingga informasi yang disajikan dalam laporan keuangan terjamin kualitasnya. Berdasarkan laporan keuangan tersebut, pemakai jasa akuntansi dapat mengambil keputusan yang tepat atas peristiwa yang terjadi selama periode pembukuan berjalan.
Para pemakai informasi akuntansi melalui neraca dapat mengetahui dampak keuangan dari transaksi-transaksi atau kejadian ekonomi yang terjadi selama periode yang bersangkutan terhadap stabilitas perusahaan secara keseluruhan. Melalui informasi yang disajikan dalam neraca, para pemakai dapat membuat suatu keputusan ekonomi mengenai rencana atau strategi selanjutnya akan dipakai demi menjaga usaha kelangsungan tersebut. Untuk mengetahui posisi keuangan dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pemakai dapat melihat laporan laba rugi. Pemakai dapat mengidentifikasi dengan segera prosfek perusahaan dimasa yang akan datang dan apakah akan melanjutkan atau menghentikan aliran investasinya.
Transaksi atau peristiwa ekonomi yang terjadi membawa pengaruh yang berbeda-beda terhadap posisi keuangan perusahaan dan juga terhadap modal yang dimiliki perusahaan. Untuk mengetahui dengan lebih jelas, pemakai dapat melihatnya didalam laporan perubahan modal. Informasi yang disajikannnya dapat digunakan untuk mengendalikan dan atau mengawasi aktiva-aktiva yang dimiliki perusahaan sebagai modal kelngsungan usaha.
Laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan dapat digunakan sebagai rujukan para pemakai dalam mengambil suatu keputusan ekonomi dengan menilai apakah kinerja keuangannya sehat dan seimbang, dan apakah segala sesuatunya telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Apabila telah sesuai, perusahaan dapat menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan memenuhi berbagai kewajibannya sehingga tingkat profabilitas dan akuntabilitasnya dapat membuat investor percaya sepenuhnya.
Adapun pihak-pihak yang memerlukan informasi akuntansi di antaranya dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Pihak Intern atau Pimpinan Perusahaan (Manajer)
Bagi manajer perusahaan, informasi akuntansi digunakan untuk menyusun perencanaan dan pengawasan terhadap operasional perusahaan atau jalannya perusahaan, mengevaluasi kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai tujuan, dan melakukan tindakan koreksi yang diperlukan.
2. Pihak Ekstern Perusahaan
Selain pihak perusahaan, masih terdapat pihak-pihak lain di luar perusahaan yang memerlukan informasi akuntansi. Pihakpihak tersebut di antaranya sebagai berikut.
a. Investor atau Calon Investor
Para investor melakukan penanaman modal dalam suatu perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan bagian laba. Investor atau calon investor memerlukan informasi akuntansi untuk membantu menentukan apakah harus membeli atau menjual investasi tersebut.
b. Karyawan
Karyawan dan kelompok yang mewakili mereka membutuhkan informasi akuntansi untuk mengetahui stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Selain itu, informasi akuntansi tersebut juga diperlukan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa (gaji), manfaat pensiun, dan pembukaan lapangan pekerjaan atau kebutuhan tenaga kerja.
c. Pemberi Pinjaman (Bank)
Pemberi pinjaman hanya bersedia memberikan kreditnya kepada suatu perusahaan yang dipandang mampu mengembalikan atau mengangsur pinjaman beserta bunganya pada saat jatuh tempo atau tepat pada waktunya.
d. Pemasok atau Kreditur Lainnya
Pemasok atau kreditur lain tertarik dengan informasi akuntansi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditur usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman, kecuali jika sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
e. Pelanggan
Pelanggan membutuhkan informasi akuntansi untuk kelangsungan hidup perusahaan, terutama jika mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan perusahaan.
f. Pemerintah
Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan informasi akuntansi untuk menetapkan kebijakan pajak, dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
g. Masyarakat
Perusahaan memengaruhi masyarakat dengan berbagai cara, di antaranya perusahaan dapat memberikan kontribusi yang berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik.

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on October 16, 2010 in Akuntansi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: