RSS

Category Archives: Akuntansi

Cara Membaca Tabel Harga Saham

1. Code = Kode saham
2. Name = Nama perusahaan.
3. Prev = (Previous) Harga penutupan kemarin/hari sebelumnya.
4. Open = Harga pembukaan yang terjadi pada hari tersebut.
5. High = Harga tertinggi yang terbentuk pada hari tersebut.
6. Low = Harga terendah yang terbentuk pada hari tersebut.
7. Close = Harga penutupan/terakhir transaksi.
8. Change = (Close – Prev) Perubahan harga saham dibandingkan harga penutupan sebelumnya.
9. Volume = Jumlah saham yang ditransaksikan pada hari tersebut.

 
1 Comment

Posted by on April 28, 2011 in Akuntansi

 

Faktor yang Mempengaruhi Harga Pasar saham

Menurut Arifin (2001 : 116-125) faktor – faktor yang mempengaruhi harga saham adalah sebagai berikut :
a. Kondisi fundamental emiten
Faktor fundamental merupakan faktor yang erat kaitannya dengan kondisi perusahaan yaitu kondisi manajemen organisasi sumber daya manusia, kondisi keuangan perusahaan yang tercermin dalam kinerja keuangan perusahaan. Menurut Husnan (1998 : 315) analisis fundamental mencoba memperkirakan harga saham dimasa yang akan datang dengan :
1) Mengestimasi nilai faktor–faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham di masa yang akan datang.
2) Menetapkan hubungan variabel–variabel tersebut sehingga di peroleh taksiran harga saham.
Model ini sering disebut sebagai share price forecasting dan sering digunakan dalam berbagai pelatihan analisis sekuritas. Dalam model ini langkah yang paling penting adalah mengidentifikasi faktor–faktor fundamental yang diperkirakan akan mempengaruhi harga saham. Faktor yang dianalisis merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi perusahaan, yang meliputi kondisi manajemen, organisasi, SDM, dan keuangan perusahaan yang tercermin dalam kinerja perusahaan.
Menurut Jogiyanto ( 1998 : 315 ) analisis fundamental merupakan analisis yang menggunakan data–data finansial yaitu data–data yang berasal dari laporan keuangan perusahaan, seperti laba, deviden yang dibagi dan sebagainya.
Dengan demikian untuk menganalisis harga saham digunakan analisis fundamental. Analisis fundamental merupakan analisis yang berkaitan dengan kondisi internal perusahaan. Salah satu komponen yang berhubungan dengan kondisi internal perusahaan adalah kinerja perusahaan manufaktur yang terdiri dari Return On Investment (ROI), dan Earning Per Share (EPS).
ROI merupakan rasio yang menunjukkan kinerja keuangan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari aktiva yang digunakan untuk operasional perusahaan. ROI merupakan faktor fundamental perusahaan yang dapat mempengaruhi harga saham. Rasio ini menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operasi perusahaan (net operating income) dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan operasi tersebut (net operating assets). ROI yang semakin meningkat menunjukkan kinerja perusahaan yang semakin baik dan para pemegang saham akan memperoleh keuntungan dari deviden yang diterima semakin meningkat.
Pada umumnya, investor akan mengharapkan manfaat dari investasinya dalam bentuk laba per lembar saham, sebab earning per share (EPS) ini menggambarkan jumlah keuntungan yang diperoleh untuk setiap lembar saham biasa. Sedangkan jumlah EPS yang akan didistribusikan kepada investor saham tergantung pada kebijakan perusahaan dalam hal pembayaran deviden. EPS yang tinggi menandakan bahwa perusahaan tersebut mampu memberikan tingkat kesejahteraan yang lebih baik kepada pemegang saham, sedangkan EPS yang rendah menandakan bahwa perusahaan gagal memberikan kemanfaatan sebagaimana yang diharapkan oleh pemegang saham.

b. Hukum permintaan dan penawaran
Setelah faktor fundamental faktor permintaan dan penawaran menjadi faktor kedua yang mempengaruhi harga saham. Dengan asumsi bahwa begitu investor mengetahui kondisi fundamental perusahaan mereka akan melakukan transaksi jual beli. Tranasaksi–transaksi inilah yang akan mempengaruhi fluktuasi harga saham.

c. Tingkat suku bunga
Dengan adanya perubahan suku bunga, tingkat pengembalian hasil berbagai sarana investasi akan mengalami perubahan. Bunga yang tinggi akan berdampak pada alokasi dana investasi pada investor. Investor produk bank seperti deposito atau tabungan jelas lebih kecil resikonya jika dibandingka dengan investasi dalam bentuk saham, karena investor akan menjual saham dan dananya akan ditempatkan dibank. Penjualan saham secara serentak akan berdampak pada penurunan harga saham secara signifikan.

d. Valuta asing
Mata uang amerika ( Dolar) merupakan mata uang terkuat diantara mata uang yang lain. Apabila dolar naik maka investor asing akan menjual sahamnya dan ditempatkan dibank dalam bentuk dolar sehingga menyebabkan harga saham akan naik.

e. Dana asing dibursa
Mengamati jumlah dana investasi asing merupakan hal yang penting, karena demikian besarnya dana yang ditanamkan, hal ini menandakan bahwa kondisi investasi di Indonesia telah kondusif yang berarti pertumbuhan ekonomi tidak lagi negatif, yang tentu saja akan merangsang kemampuan emiten untuk mencetak laba. Sebaliknya jika investasi asing berkurang, ada pertimbagan bahwa mereka sedang ragu atas negeri ini, baik atas keadaan sosial politik maupun keamanannya. Jadi besar kecilnya investasi dana asing di bursa akan berpengaruh pada kenaikan atau penurunan harga saham.

f. Indeks harga saham
Kenaikan indeks harga saham gabungan sepanjang waktu tertentu, tentunya mendatangkan kondisi investasi dan perekonomian negara dalam keadaan baik. Sebaliknya jika turun berarti iklim investasi sedang buruk. Kondisi demikian akan mempengaruhi naik atau turunnya harga saham di pasar bursa.

g. News and rumors
Berita yang beredar di masyarakat yang menyangkut beberapa hal baik itu masalah ekonomi, sosial, politik keamanan, hingga berita seputar reshuffle kabinet. Dengan adanya berita tersebut, para investor bisa memprediksi seberapa kondusif keamanan negeri ini sehingga kegiatan investasi dapat di laksanakan. Ini akan berdampak pada pergerakan harga saham di bursa.

 
2 Comments

Posted by on April 20, 2011 in Akuntansi

 

Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”
1. Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut: Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah).
3. Milik Warga Negara Indonesia
4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar
5. Berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, di masing-masing Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Tumbuhnya UKM
1. Internal
a. Tidak rentan terhadap gejolak perubahan ekonomi (masa krisis)
b. Mudah masuk dan keluar (mudah dan cepat berganti bidang usaha)
c. Bersubtitusi dengan laju pertumbuhan investasi (investasi naik jadi buruh, investasi naik jadi petani/pedagang)
2. Eksternal
a. Kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan UKM
b. Persaingan (kualitas, waktu, teknologi)

Tantangan Akuntansi UKM
1. UKM tidak memiliki sistem informasi akuntansi yang memadai
2. UKM tidak mampu membuat laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK yang semakin rumit
3. Tanpa laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK, UKM tidak bisa mengajukan kredit ke perbankan
4. UKM membutuhkan bantuan universitas dalam membuat laporan keuangan.

UKM dalam Menghadapi Pasar Bebas
Tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan untuk individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda, sehingga perdagangan internasional yang sering dibatasi oleh berbagai pajak Negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang eksport dan import, ini akan ditolak oleh perdagangan bebas.

Dampak Perdagangan Bebas
1. memungkinkan adanya kenaikan eksport Indonesia jika peluang yang ada benar-benar dimanfaatkan.
2. industri Indonesia akan babak belur karena kalah bersaing dengan barang Negara ASEAN, China yang terkenal murah.

Kapasitas UKM dalam Persaingan Bebas
1. Tantangan
• Banyak/bervariasi bisnis UKM
• Mayoritas skala ekonominya rendah dan tersebar
2. Peluang
• UKM mempunyai potensi mandiri
• Walaupun terbatas, namun punya jaringan baik domestic maupun eksport
• Melalui model kemitraan

Langkah Kebijakan Pemerintah dalam Pengembangan UKM
1. Penciptaan Iklim Usaha
• Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
 Pasal 12
Perijinan Usaha (membebaskan biaya perijinan bagi usaha mikro)
 Pasal 13
Menetapkan bidang usaha yang dicanangkan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah.
2. Pembinaan dan pemberdayaan UKM
• Program Dana Bergulir (melalui lembaga keuangan koperasi: KSP/USP, KJKS/UJKS
• Program Bantuan Sosial
• Program Perluasan Pelayanan KUR (20 triliun)
• Pemasyarakatan Kewirausahaan dan Pengembangan Wirausaha Baru
• Pengembangan Tempat Praktek Keterampilan Usaha
• Pengembangan Pasar Tradisional oleh Koperasi
• LPBD (Lembaga Pendanaan Dana Bergulir)
3. Insentif bagi UKM
• Untuk promosi dagang ke luar negeri
• Kemitraan usaha besar dengan usaha kecil
• Keringanan pajak atas barang dan jasa UKM
• Bunga bagi tabungan dan simpanan koperasi

4. Peran dari Pemerintah Daerah
Pembagian kewenangan Pemerintah Daerah, Provinsi, Kabupaten/Kota
• Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintah, pemerintah daerah, provinsi dan pemerintah daerah kabupaten dan kota.

 
1 Comment

Posted by on October 26, 2010 in Akuntansi

 

Laporan Keuangan Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan

Laporan keuangan merupakan hasil pencatatan, merupakan pengelompokkan, pengikhtisaran, catatan data, penerapan prinsip-prinsip, dan kebiasaan akuntansi serta penggunaan data pengalaman pribadi penyusunannya yang digunakan perusahaan sebagai alat komunikasi untuk menunjukkan hal-hal yang telah dilakukan manajemen dalam mengelola sumber daya yang dipercayakan kepadanya dan dalam mencapai target yang telah diterapkan kepada para pihak yang memiliki kepentingan terhadap kelangsungan usaha perusahaan tersebut seperti investor, kreditur, pelanggan, dan lain-lain.
Laporan keuangan dewasa ini, dituntut untuk tidak hanya dapat mencerminkan kinerja keuangan suatu perusahaannnya saja tetapi juga dituntut agar dapat menggambarkan dampak yang lebih jauh lagi dari kebijakan yang telah diambil oleh manajemen perusahaan dan prospeknya dimasa yang akan datang. Oleh karena itu, laporan keuangan diwajibkan untuk dapat memenuhi semua karakteristik kualitatif pokok yang telah ditetapkan didalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) sehingga informasi yang disajikan dalam laporan keuangan terjamin kualitasnya. Berdasarkan laporan keuangan tersebut, pemakai jasa akuntansi dapat mengambil keputusan yang tepat atas peristiwa yang terjadi selama periode pembukuan berjalan.
Para pemakai informasi akuntansi melalui neraca dapat mengetahui dampak keuangan dari transaksi-transaksi atau kejadian ekonomi yang terjadi selama periode yang bersangkutan terhadap stabilitas perusahaan secara keseluruhan. Melalui informasi yang disajikan dalam neraca, para pemakai dapat membuat suatu keputusan ekonomi mengenai rencana atau strategi selanjutnya akan dipakai demi menjaga usaha kelangsungan tersebut. Untuk mengetahui posisi keuangan dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pemakai dapat melihat laporan laba rugi. Pemakai dapat mengidentifikasi dengan segera prosfek perusahaan dimasa yang akan datang dan apakah akan melanjutkan atau menghentikan aliran investasinya.
Transaksi atau peristiwa ekonomi yang terjadi membawa pengaruh yang berbeda-beda terhadap posisi keuangan perusahaan dan juga terhadap modal yang dimiliki perusahaan. Untuk mengetahui dengan lebih jelas, pemakai dapat melihatnya didalam laporan perubahan modal. Informasi yang disajikannnya dapat digunakan untuk mengendalikan dan atau mengawasi aktiva-aktiva yang dimiliki perusahaan sebagai modal kelngsungan usaha.
Laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan dapat digunakan sebagai rujukan para pemakai dalam mengambil suatu keputusan ekonomi dengan menilai apakah kinerja keuangannya sehat dan seimbang, dan apakah segala sesuatunya telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Apabila telah sesuai, perusahaan dapat menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan memenuhi berbagai kewajibannya sehingga tingkat profabilitas dan akuntabilitasnya dapat membuat investor percaya sepenuhnya.
Adapun pihak-pihak yang memerlukan informasi akuntansi di antaranya dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Pihak Intern atau Pimpinan Perusahaan (Manajer)
Bagi manajer perusahaan, informasi akuntansi digunakan untuk menyusun perencanaan dan pengawasan terhadap operasional perusahaan atau jalannya perusahaan, mengevaluasi kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai tujuan, dan melakukan tindakan koreksi yang diperlukan.
2. Pihak Ekstern Perusahaan
Selain pihak perusahaan, masih terdapat pihak-pihak lain di luar perusahaan yang memerlukan informasi akuntansi. Pihakpihak tersebut di antaranya sebagai berikut.
a. Investor atau Calon Investor
Para investor melakukan penanaman modal dalam suatu perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan bagian laba. Investor atau calon investor memerlukan informasi akuntansi untuk membantu menentukan apakah harus membeli atau menjual investasi tersebut.
b. Karyawan
Karyawan dan kelompok yang mewakili mereka membutuhkan informasi akuntansi untuk mengetahui stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Selain itu, informasi akuntansi tersebut juga diperlukan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa (gaji), manfaat pensiun, dan pembukaan lapangan pekerjaan atau kebutuhan tenaga kerja.
c. Pemberi Pinjaman (Bank)
Pemberi pinjaman hanya bersedia memberikan kreditnya kepada suatu perusahaan yang dipandang mampu mengembalikan atau mengangsur pinjaman beserta bunganya pada saat jatuh tempo atau tepat pada waktunya.
d. Pemasok atau Kreditur Lainnya
Pemasok atau kreditur lain tertarik dengan informasi akuntansi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditur usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman, kecuali jika sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
e. Pelanggan
Pelanggan membutuhkan informasi akuntansi untuk kelangsungan hidup perusahaan, terutama jika mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan perusahaan.
f. Pemerintah
Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan informasi akuntansi untuk menetapkan kebijakan pajak, dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
g. Masyarakat
Perusahaan memengaruhi masyarakat dengan berbagai cara, di antaranya perusahaan dapat memberikan kontribusi yang berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik.

 
Leave a comment

Posted by on October 16, 2010 in Akuntansi